dulu, aku pernah melukis di buku gambarku.
aku melukis tentang semua imajinasiku yang tercipta dari keyakinan yang diberikan oleh orang yang pernah mengajariku melukis. bertahun dia mencoba mengajariku bagaimana cara melukis yagn indah. yaah, semuanya memang indah yang di berikannya. dan dia memberikanku tinta tinta warna yg indah. tapi, sayangnya, warna yg diberikannya itu masih berbayang. tintanya tidak setebal tinta biasanya.
dan setelah akhirnya aku bosan dengan lukisan dan tintanya itu, aku memutuskan untuk berhenti melukis. aku coba untuk tidak melukis. dan dia pun pergi jauh tanpa meninggalkan jejak tangannya di lembar kertas lukisanku.
bimbang, bimbang dan bimbang saat aku ingin meneruskan lukisanku itu sendiri. apa yang harus aku lukis diatas kertas itu. imajinasi dari mana yg akan aku dapatkan. tanpanya, aku tak bisa meneruskan lukisan yang masih berbayang itu.
seketika aku sadar. ternyata ada orang disekitarku yg aku yakini dia akan mengajariku untuk melukis kembali. dan ternyata, pelan pelan, orang itu berjalan menuju tempatku. saat itu juga aku berani mengoyakan lembaran lukisan yg masih bayangan itu. aku mulai dari lembaran yg baru ini.
perjalananmu menuju kursi yg ada disampingku itu belum terlihat jauh atau dekatnya. karna yg aku tau, kau masih berada di sudut sana.
APAPUN kelanjutan ini, mau atau tidakkah kau mengajariku, yg trpenting bagiku hanyalah,
aku TAK KAN MENYESAL telah mengoyakkan lembaran lukisan yg masih berbayang yg sebelumnya.
semoga saja kau akan menjadi org yg memberiku lukisan yg nyata, dan bukan bayangan.
1 komentar:
nice post :)
ditunggu kunjungan baliknya yaah ,
Posting Komentar